Kamis, 28 Oktober 2010

Gelar Karya Pertama

Hasil belajar selama tiga bulan adalah gelar karya ini...

Ekstrakulikuler fotografi SMP Tarakanita 3 menggelar hasil karya dari hasil belajar selama tiga bulan terakhir. Foto-foto yang dipajang temanya bervariasi berdasarkan teori dan hasil eksplorasi yang dipelajari selama ini. Foto-foto dikemas minimalis dengan layout yang sederhana namun tetap rapi yang bisa dinikmati.

Selama tiga bulan terakhir, ekstrakulikuler fotografi yang beranggotakan 9 anak, telah banyak belajar dasar-dasar senifoto. Mulai dari sejarah fotografi, pengenalan kamera dan kelengkapannya, exposure, komposisi, speed, sampai kepada kategori foto. Inilah fotografer gelar karya kali ini ;

Julita M
Amanda Pramadhani
Patricia Fransiska
Naomi Goeltom
Gisela Galuh
Rahmat
Kevin Valian
Dwira S A
Julian Martin
FX Dwi Putranto


Rabu, 13 Oktober 2010

Supervisi Tiada Henti

Hari ini 14 oktober 2010 Yayasan Tarakanita menggelar peninjauan atau biasa disebut supervisi di SMP Tarakanita 3. Banyak hal yang ditinjau pihak yayasan seperti sarana dan prasarana, perangkat pembelajaran, tata usaha, serta kebersihan dan keamanan.

Supervisi seperti ini belum pernah saya alami, jadi ini adalah pengalaman baru. Beberapa hari ini kami para guru dan karyawan disibukkan dengan berbagai macam tugas. Melengkapi administrasi perangkat kerja atau membersihkan meja, laci, dan lemari adalah makanan kami selama satu minggu terakhir.

Tujuan supervisi ini adalah untuk mempersiapkan akreditasi dari pemerintah. Selain itu, supervisi ini juga bertujuan untuk memperbaki dan meningkatkan kinerja guru dan karyawan dalam hal pelayanan terhadap siswa dan orang tua siswa.

Semoga kegiatan supervisi ini tidak hanya menggebu-gebu diawal saja, supervisi yang berkelanjutan dan berkesinambungan akan mempertahankan dan meningkatkan kualitas guru dan karyawan SMP Tarakanita 3.

salam,

FX Dwi Putranto

Minggu, 27 Juni 2010

Meretas Kemiskinan Diri (Renungan Diksar CUBG)

Terhipnotis Sugesti Positif

Berawal dari orang tua saya yang kerap bercerita bagaimana CUBG (Credit Union Bererod Gratia) sedang marak dikalangan jemaat gereja Blok Q, saya tergugah untuk bertanya lebih lanjut. Cukup lama saya memutuskan untuk bergabung dengan CUBG dengan alasan belum ada modal dan belum perlu untuk menabung. Sehingga brosur yang diberikan bapak saya simpan lama dan akhirnya hilang. Namun entah karena sugesti yang diberikan bapak atau apa, akhirnya saya belajar pelajaran baru tentang CUBG, mengerti keuntungannya, dan akhirnya bergabung dengan CUBG.

Hari ini tanggal 27 Juni 2010 saya mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) anggota baru CUBG. Acara ini wajib diikuti tiap anggotanya sebagai syarat keanggotaan. Tujuannya adalah agar anggota memahami secara detil apa dan bagaimana CUBG tersebut. Empat hal penting diutarakan dalam Diksar ini ; Sejarah CUBG, Kecerdasan Finansial, Anggaran Belanja Keluarga, dan Pola Kebijakan CUBG.

Keempat materi yang diberikan cukup berguna bagi saya, anggota baru CUBG. Dengan mengenal sejarah dan perkembangan CUBG saya dapat mengenal dan memahami kerja dan kinerja CUBG dan anggotanya. Latar belakang tersebut menguatkan saya untuk melangkah bersama CUBG dimasa yang akan datang. Sementara kecerdasan finansial membawa saya kepada pengetahuan baru tentang mengatur keuangan dan menggunakannya secara bijak dengan tujuan kebebasan finansial. Materi ketiga adalah Anggaran Belanja Keluarga yang membahas pendapatan sebuah keluarga dan pengeluarannya serta memanfaatkan celah usaha untuk dapat menambah penghasilan. Materi terakhir berfokue kepada aturan, tata cara, dan produk CUBG itu sendiri.

Dengan mengikuti Diksar ini saya termotivasi untuk tidak hanya menabung tapi juga meminjam dana untuk usaha. Sampai saat ini belum terpikir oleh saya untuk berusaha apa dan bagaimana menjalankannya. Namun saya percaya CUBG dapat memotivasi saya agar giat mewujudkan mimpi-mimpi saya.


salam


Frans


Kamis, 24 Juni 2010

Cavemen


Link

Kalau sempat, ingin ketempat ini lagi :)

Minggu, 06 Juni 2010

Pertanyaan Besar

Berjibaku dengan nilai

Ulangan umum akhir semester sudah selesai. Minggu ini adalah saat dimana kita, para guru mengolah nilai. Disini hasil akhir para murid terlihat, selain itu ini pengalaman berharga untuk saya karena nilai akhir mereka juga merefleksikan performa dan kemampuan mengajar saya selama satu tahun ini.
Melihat hasil yang sudah saya olah dan masukkan ke komputer, membuat saya terpacu untuk memberi pelayanan yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Karena menurut saya hasil yang didapat murid-murid saya belum memuaskan. Baik saya maupun mereka belum menunjukkan usaha yang maksimal. Terbukti dari hasil ulangan umum yang banyak mendapat nilai dibawah nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 65. Mereka yang tergolong pintar pun tidak bisa mendapat hasil yang maksimal. Padahal soal yang diberikan diambil dari materi yang diberikan dikelas pada semester dua. Pun demikian hasil yang kurang dari ulangan umum dapat ditutupi dengan hasil kuis mingguan yang saya masukkan dalam nilai tugas. Bobot nilai tugas sama dengan nilai ulangan harian, sehingga dapat menutupi hasil ulangan umum yang kurang.

Pertanyaan

Hasil yang ada menggiring saya pada satu pertanyaan; apakah saya sudah mengajar dan memberikan yang terbaik pada murid-murid saya? Dan pertanyaan itu belum bisa saya jawab sepenuhnya. Proses ini sepertinya masih panjang, yang bisa saya lakukan adalah memberikan yang terbaik dan mungkin jawabannya ada satu waktu nanti.

Tetap semangat!!!!!!! :)

Selasa, 01 Juni 2010

3rd place on "100Faces:Women In Humanity" photo contest

Berprestasi dikala sedang tidak produktif

Saya tidak ingat kapan terakhir kali saya hunting foto,rasanya sudah lama sekali. Mungkin karena kesibukkan mengajar,jadi frekwensi memotret berkurang. Namun baru-baru ini saya merebut tempat ketiga lomba foto "100Faces:Women In Humanity" yang diadakan Lumix Indonesia. Saya kirim tiga foto yang bertema cocok dengan tema yang diangkat. Dua foto saya terpilih dan berhak dipamerkan di Pejaten Village akhir mei lalu. Dan satu foto saya dipilih pengunjung menjadi juara tiga.

Penjuriannya berdasarkan pilihan para pengunjungnya. Memang ada kelebihan dan kekurangan sistem penjurian ini, namun kami para peserta tidak bisa berbuat banyak karena itu sudah menjadi keputusan panitia. Hadiahnya adalah kamera lumix panasonic dan kosmetik dari Elizabeth Arden.

Semoga dengan hasil ini saya dapat mengembangkan dan tidak bosan belajar dan memperdalam ilmu fotografi saya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung foto ini menjadi juara. :)

Berikut hasilnya:

Juara 1
Juara 2
Juara 3

Senin, 24 Mei 2010

Berkutat Hebat Dengan Perangkat

Tugas administrasi sebagai gutu ternyata memang tidak mudah. Setelah sekian lama berkutat hebat, akhirnya selesai juga. Tinggal Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Interaktif (RPPI) yang belum terselesaikan. Selangkah lagi maka selesailah sudah.

Memang bukan alasan perangkat belum selesai, namun tahun pertama saya menjadi guru terasa lumayan berat. Tugas-tugas diluar mengajar cukup menguras tenaga dari mulai menjadi koordinator penyedia seragam, pendamping ekstrakulikuler basket, dokumentasi serangkaian event, sampai menjadi pembimbing pramuka. Belum lagi saat ada tugas mewakili sekolah ditingkat kecamatan matapelajaran Bahasa Inggris (MGMP) serta mendampingi cukup banyak lomba-lomba. Cukup bisa dibayangkan bagaimana aktifnya saya di sekolah..hehehe.

Namun, pekerjaan-pekerjaan tersebut saya usahakan dilakukan dengan senang. Pekerjaan-pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan belajar-mengajarpun saya lakukan dengan tulus ikhlas. Intinya adalah seberat-beratnya pekerjaan yang saya lakukan, itu saya lakukan dengan sukacita. Semoga tahun depan performa saya dapat lebih baik sehingga hasil yang saya dapat bisa lebih baik.

regards

FX Dwi Putranto

Senin, 29 Maret 2010

Meramu Rencana Pembelajaran Fotografi (Tingkat SMP)

Photography syllabus for junior high school

Selama hampir satu tahun mengajar di SMP Tarakanita 3, selain mengajar matapelajaran Bahasa Inggris, saya juga memberi sedikit ilmu fotografi kepada murid-murid kelas 9. Hasilnya cukup mengembirakan, dalam kurun waktu tujuh bulan kami sudah membawa pulang dua piala; juara 3 antar SMP katolik se-DKI jakarta dan juara 1 Tarakanita Lima Cup.

Cara belajar kami sebatas kumpul dan sharing/berbagi ilmu dan praktek memotret. Membaca referensi dan membahas hasil foto kami. Dengan formasi saya sebagai pemberi materi dan Abigail, Didit, Ivan sebagai peminatnya, kami berkumpul satu kali dalam seminggu di perpustakaan untuk membahas fotografi (alat dan teknik memotret yang benar).


Tim fotografi SMP Tarakanita 3 bersama model (ki-ka: FX Dwi Putranto,
Kevin Lee, Ivan Mahendra, Sheila Azaria, Abigail Sinaga Didit Yudistira)

Melihat potensi yang ada maka mulai tahun ajaran baru 2010-2011 akan diadakan ekstrakulikuler fotografi di SMP Tarakanita 3. Maka untuk mendukung pembelajaran yang efektif berikut adalah rencana pembelajaran yang saya susun sendiri.

Rencana Pembelajaran Fotografi tingkat Sekolah Menengah Pertama

1. Pengenalan Kamera (Cara kerja kamera dan bagian-bagiannya)
2. Cahaya dan Exposure (mengenal cahaya sebagai jiwa fotografi)
3. Komposisi (Tata letak elemen dan warna)
4. Kecepatan dan pergerakkan
5. Ruang tajam
6. Memahami bentuk, pola, garis, dan tekstur



7.Teknik Dasar Memotret
  • Low dan High Angle
  • Siluet
  • Framing
  • Sunrise dan Sunset
  • Night lights
8. Mengenal kategori foto
  • People
  • Landscape
  • Still life
  • Architecture
  • Cityscape
9. Pengenalan kamar terang (Photoshop)
  • Tools
  • Layer
  • Levels
  • Contrast
  • Burning dan Dodging

Rencana pembelajaran ini saya susun atas dasar kebutuhan siswa-siswa tingkat SMP. Didalamnya direncanakan hunting minimal satu bulan satu kali untuk menerapkan teori yang sudah mereka dapatkan. Semoga rencana pembelajaran ini dapat digunakan dengan efektif dan memotivasi siswa utnuk belajar fotografi dengan benar.



nb: Tulisan ini masih akan saya sempurnakan lagi, mohon masukkan kawan-kawan :)

Jumat, 19 Maret 2010

Fenomena Gunung Es

Banyak sekali sebenarnya yang saya ingin tulis tetapi belum semua terealisasi. Pemikiran-pemikiran liar yang akhirnya mengendap dan hilang juga tidak sempat terekam dalam kata-kata tidak dapat terungkap, seperti gunung es yang hanya terlihat sedikit dipermukaan namun sangat besar dibawahnya. Sulit menemukan waktu yang tepat untuk menerjemahkan buah pikir menjadi tulisan yang layak dibaca. Sepertinya otak ini harus ditata ulang agar bekerja dengan teratur.

Target saya adalah menerbitkan tulisan satu kali dalam seminggu. Semoga bisa terwujud.

Semangat!!!! :)

Senin, 08 Maret 2010

'Piping' (Photo Editing Tutorial)

Looking for Dramatical Tone

Selama ini saya belajar sendiri tentang bagaimana memanipulasi foto. Saya biasa menggunakan Photoshop dan ACDsee pro 3 untuk memanipulasi foto. Kali ini saya mencoba mengolah warna dan memberikan sentuhan nada warna kelam (gothic) untuk menambah kesan dramatis. Dan di bawah ini adalah langkah-langkahnya. Semoga bermanfaat.



Foto ini adalah hasil jalan-jalan di kawasan Tamansari, Yogyakarta. Dikalangan masyarakat Yogyakarta Taman Sari sangat terkenal akan bangunan tuanya. Taman Sari yang berarti taman yang indah dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1757 dan berfungsi sebagai tempat hiburan keluarga keraton sekaligus sebagai benteng pertahanan. Arsiteknya berkebangsaan Portugis sehingga arsitektur Taman Sari kental nuansa jawa berpadu dengan gaya portugis. Sehingga bisa dibayangkan sudut-sudut bangunan yang eksotis terpapar di banyak bagian dari komplek seluas 12 hektar ini.

Foto 'Piping' ini saya ambil di salah satu sudut bangunan Pulau Cemeti, persis di sebelah selatan pasar burung Ngasem. Dari foto ini kita lihat latar belakang tembok berpolakan batu bata yang termakan usia. Disebelah kanan atas kita lihat bangunan
yang sudah direstorasi awal maret 2007 pasca gempa tahun 2006. Foto saya komposisikan berdasarkan aturan '9 golden element'(2/3 bagian POI dan Latar belakang dan 1/3 bagian atas adalah langit).Lensa fisheye yang saya gunakan memberi efek cembung
dan memungkinkan banyak sudut terekam dalam satu frame.

Post process saya garap untuk mencari nada warna yang dramatis. Memberi kontras yang dalam antara model dengan latar belakang.
Langkah pertama adalah menyesuaikan warna-warna secara keseluruhan dengan menggunakan program ACDsee Pro3. Program ini sudah terkenal dikalangan fotografer dan sangat bersahabat dengan penggunanya.ACDsee Pro 3 melengkapi dirinya dengan proses lanjutan kamar terang sehingga penyesuaian proses gambar dapat dengan mudah dilakukan.
Dalam foto ini saya gunakan penyesuaian warna gambar dengan menggunakan fasilitas 'Advanced Color'. Ilustrasi gambar dan Langkah-langkah berikut akan menjelaskan secara detail;

langkah 1 : buka foto yang akan diproses dan pilih 'process'pada panel disebelah kanan atas.
langkah 2 : pilih 'Advanced Color' dikotak fasilitas sebelah kiri dan pilih 'saturation'.
langkah 3 : sesuaikan warna-warna sehingga didapat nada warna yang diinginkan.


Proses diatas membantu saya dalam menentukan nada warna yang saya inginkan.
Warna yang miskin pada latar belakang sengaja saya pilih dengan mengurangi warna merah bata untuk memberi kesan tua dan kokoh.
Sedangkan warna kuning juga saya kurangi untuk memberi kesan warna kulit yang lebih lembut.

Langkah selanjutnya saya gunakan program Adobe Photoshop CS2. Penyesuaian yang saya jalankan di Photoshop CS2 adalah langkah-langkah dasar yang juga biasa digunakan dalam kamar gelap.

Langkah pertama adalah membuat new layer (ctrl+shift + N)untuk proses burning & dodging, maka akan keluar panel box seperti di bawah ini.


Kemudian tentukan mode menjadi 'overlay'.



Setelah itu centang 'Fill with overlay-neutral color', tujuannya adalah menambahkan nada warna yang natural agar tidak terkesan berlabihan.




Kemudian langkah selanjutnya adalah burning dan dodging. Dalam langkah ini kita dituntut untuk sabar agar didapat nada warna gelap-terang yang kita inginkan. Atur kepekatan burning/dodging dan range yang akan kita mainkan.



Saya mencoba menggelapkan bagian-bagian pinggir bingkai foto dan juga melakukan penyesuaian gelap-terang dibeberapa bagian wajah. Pada bagian langit yang sangat terang saya gunakan fitur 'gradient tool' dengan terlebih dahulu membuat layer baru. Dengan langkah ini saya mencoba memberi kesan agar POI (model) bisa terlihat lebih dominan.


Beberapa foto khususnya kategori potrait atau fashion cocok dengan metode manipulasi ini. Namun pada umumnya metode pengolahan gelap-terang biasa digunakan oleh semua kategori foto.

Selamat mencoba!!!!

=====================================================================

"I try to reveal the mistery of light and pursue the satisfaciton within"





Rabu, 06 Januari 2010

Mencari Keseimbangan

Being a teacher is not that easy


Selama saya kuliah pekerjaan yang saya bayangkan bukanlah menjadi guru. Saya sempat terjebak dalam paradigma yang favorit adalah yang baik. Hal ini terjadi di saat saya memilih jurusan pada waktu SMA kelas 3.

Namun, seiring waktu saya cukup menikmati proses belajar dibangku kuliah. Walaupun cukup lama saya menyelesaikannya (8tahun) tapi saya bersyukur bahwa proses itu akhirnya dapat saya selesaikan. Sempat terbersit dipikiran saya untuk menyerah, tapi datang kata-kata "apa yang dimulai harus diselesaikan". Entah darimana datangnya kata-kata itu, tapi kalimat itu penuh makna dan menjadi kekuatan untuk menuntaskan apa yang sudah saya mulai.

Bukan ingin mencari alasan atau pembenaran, kuliah saya berlangsung lama karena hobi. Fotografi, ya, misteri seni dua dimensi ini menghipnotis pikiran logis saya untuk berimajinasi tinggi sekali. Waktu dan uang bulanan saya tersita untuk memanjakan hobi ini. Tapi bukan tanpa hasil, dari fotografi saya belajar banyak tentang kesabaran, keseimbangan, dan seni itu sendiri.

Sekarang saya mengaplikasikan ilmu saya dengan menjadi guru disalah satu SMP di bilangan Jakarta selatan. Hal tersebut saya tempuh sebagai bentuk tanggung jawab saya akan bidang studi yang saya pilih. Disamping mengajar bahasa Inggris, saya juga menemani siswa-siswi dalam kegiatan fotografi. Membagi ilmu dan belajar bersama mereka yang sangat bersemangat. Ada kepuasan tersendiri ketika mereka yang saya dampingi mendapat prestasi (juara 3 fotografi tingkat SMP Katolik se-Jakarta dan juara 1 fotografi di Tarakanita Lima Cup).

Saya mengejar keseimbangan dalam proses menjadi seorang guru. Kinerja yang maksimal, hubungan antar guru, dan hubungan dengan murid yang harmonis adalah cita-cita saya dalam jangka waktu dekat. Semoga cita-cita ini tidak terlalu muluk dan dapat tercapai.


Frans


Thanks for reading my story